Langsung ke konten utama

Postingan

Terima Kasih Kepada Yang Terlupakan

               Ada satu frasa sederhana yang mempunyai kekuatan luar biasa bila kita ucapkan, yakni frasa TERIMA KASIH. Coba kita bayangkan kalau kita memberi atau melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain dan orang itu hanya menerima begitu saja pemberian atau tindakan kita tanpa mengucapkan terima kasih. Bandingkan kalau kita mendapat tanggapan berupa ucapan terima kasih dari orang itu. Perasaan kita tentu berbeda. Ketika orang mengucapkan terima kasih kepada kita, sekurang-kurangnya kita jadi sadar bahwa pemberian kita atau tindakan kita berarti, berguna, dan membahagiakan orang itu.    Berbicara tentang ucapan terima kasih ini, kita terbawa pada ingatan akan pengalaman-pengalaman kita saat mengatakan terima kasih kepada seseorang atau sekelompok orang. Kita lebih cenderung hanya berterima kasih kepada manusia. Pertanyaannya, pernahkah kita berterima kasih kepada matahari, udara, tanah, air, batu, pasir, tumbuh-tumbuhan, bina...
Postingan terbaru

Saya dan Si Ibu Tua

Ini sebuah cerita, yang barangkali di dalamnya tersirat pesan bernilai untuk kita. Cerita yang mengisahkan tentang saya, orang lain, dan ciptaan Tuhan lainnya yang saya jumpai setelah saya memutuskan untuk bangun dari tidur pada pukul 05.00. Waktu yang masih pagi, bukan? Sebenarnya saya belum mau turun dari tempat tidur pada jam itu. Saya hampir tergoda untuk tidur lagi saat saya mendengar bunyi hujan yang menitik di atas atap rumah. Suasana yang biasanya sangat enak kalau tidur. Namun belum sempat saya tidur lagi, hujan sudah reda. Ternyata ia cuma turun sesaat. Akhirnya saya memutuskan untuk bangun dari tempat tidur. Seperti biasa saya membuat tanda salib dan mengucapkan sepotong doa singkat sebelum berlangkah keluar dari kamar. Entah penting atau tidak menurut banyak orang, tapi saya telah diajarkan untuk menjadikan iman sebagai fondasi hidup setiap hari. Iman itu harus diungkapkan, dan ungkapan iman adalah doa. Itu teorinya dan setiap hari saya terus berusaha untuk mempraktekkannya...

Seni Menghadapi Derita

Penderitaan merupakan bagian yang telah menyatu dengan dinamika kehidupan manusia. Uang yang banyak, asset berlimpah, tubuh yang sehat, karir yang gemilang, usaha yang sukses, cara hidup yang baik, ketekunan berdoa, dan lain sebagainya tidak pernah bisa secara total membebaskan manusia dari yang namanya penderitaan. Ada saja saatnya kita mengalami derita. Mengapa demikian? Karena sepanjang hidupnya manusia selalu mempunyai keinginan, dan penyebab utama derita adalah keinginan. Manusia mempunyai keinginan bermacam-macam dan selalu baru sepanjang hidupnya. Hari ini satu keinginannya terpenuhi, besok dia mempunyai keinginan lain lagi.  Bahkan ada keinginan yang sudah terpenuhi tapi dia mau alami lagi. Misalnya keinginan untuk makan, minum, berwisata, berhubungan sex, dll. Jadi, manusia tidak akan bisa terhindar dari penderitaan akibat dari keinginannya itu. Apa hubungan keinginan dan penderitaan? Bukankah tercapainya suatu keinginan justru membuat manusia bahagia? Benar bahwa di satu ...

Sekolah Yang Membahagiakan

Terus terang saya sering merasa sengsara di samping juga merasa bahagia selama bersekolah. Saya merasa sengsara ketika saya diharuskan untuk mempelajari berbagai mata pelajaran yang tidak saya sukai, atau saat mengerjakan pekerjaan rumah, saat menghadapi ujian, dan saat harus tampil di depan umum untuk berbicara. Saya tidak bisa terhindar dari hal-hal tersebut karena semua sekolah tempat saya bersekolah mempunyai sistem begitu. Itu semacam ‘kutukan’ yang mau tak mau harus saya terima. Untunglah saya juga sempat merasakan pengalaman bahagia selama bersekolah. Misalnya saat saya mendapat nilai ulangan atau ujian yang bagus, apalagi kalau saat mendapat ranking kelas. Bahagianya sungguh luar biasa. Saya juga bahagia saat bisa bermain dengan teman-teman pada jam istrahat. Lebih dari itu, yang paling terasa bahagia adalah ketika sudah mengenal jatuh cinta dan bila setiap hari berjumpa dengan dia yang saya sukai di sekolah. Bahagianya melampau segala kebahagiaan lain.  Jika dilihat dengan...

Hidup Ini Mudah

Saya tertarik untuk menulis hal ini karena terinspirasi oleh perkataan seorang bernama Jon Jandai. Ia warga negara Thailand. Kampungnya terletak di Timur Laut negara itu. Dulu ia sempat hijrah ke kota Bangkok untuk mencari ‘kesuksesan hidup’ karena orang-orang mengatakan kepadanya bahwa kesuksesan ada di kota. Kesuksesan akan dialami setelah menempuh studi di universitas dan bekerja di kota. Namun apa yang terjadi padanya di kota Bangkok ternyata jauh dari kata mudah. Di sana dia mengalami dan menyaksikan hidup yang sulit. Studi membosankan dan kerja melelahkan selama 8 jam setiap hari. Hawa di dalam kos sangat panas dan sumpek. Kalau mau beli rumah pribadi, pelunasannya baru selesai setelah 30 tahun. Itu hidup yang tidak normal menurutnya. Ada yang tidak beres dengan kehidupan seperti itu. Akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan pulang ke kampung halamannya. Di kampung ia menggarap sawah dan hanya butuh waktu dua bulan bekerja untuk memperoleh satu ton beras selama setahun. Ia memb...

Tertawalah!

Persoalan pasti sering terjadi. Hari ini salah satunya beres, besok ada lagi yang baru. Itu seperti lingkaran setan yang terus berulang. Aneka macam kesulitan sering datang. Banyak kenyataan yang tidak sesuai harapan. Berbagai rencana gagal terwujud. Uang kurang, pekerjaan bertambah. Lucunya juga, ada saja orang yang membenci kita meskipun kita sudah berusaha hidup baik dan benar. Lantas, bagaimana kita menyikapi kenyataan ini? Menurut saya, kita terima saja semua ini sebagai bagian dari kehidupan. Itu memang hukum alam. Jika kita menolak, justru penderitaan makin erat mendekap. Namun saat kita biarkan itu terjadi apa adanya, beban kita menjadi lebih ringan. Selain sikap menerima seperti itu, satu tindakan lain yang terkesan konyol tapi juga sangat berarti adalah TERTAWA. Kita tidak harus selalu bermuka muram dan berkernyit dahi dalam menghadapi setiap persoalan. Saya tertarik dengan ungkapan berikut ini. Laugh at yourself. We all do stupid things. If you laugh at your mistakes, it giv...

Hai 'Katak', Keluarlah Dari Tempurungmu!

Manusia sangat beruntung karena dirinya dilengkapi begitu banyak kapasitas. Salah satu kapasitas itu adalah pikiran. Tidak bisa dibayangkan bagaimana seseorang bisa hidup di dunia ini tanpa pikiran. Betul bahwa dasar pokok kehidupan seseorang bukanlah pikiran, tetapi sesuatu sebelum pikiran itu, yang dalam filsafat Timur dinamakan kesadaran murni ( pure awareness ). Meskipun demikian, pikiran memainkan peran yang sangat penting dalam proses kehidupan seseorang. Bahkan filsuf Rene Descartes secara ekstrim mengatakan “saya berpikir maka saya ada”. Perkataan Descartes ini memang terlalu determinatif. Seakan-akan eksistensi atau keberadaan manusia hanya diukur dari pikirannya, sedangkan kapasitas-kapasitas lain seperti emosi, indra, dan lain sebagainya tidak menjamin keberadaan manusia. Tentu perkataan Descartes itu keliru karena bagaimanapun juga keberadaan manusia merupakan hasil dari  keseluruhan aspek atau kapasitas dalam dirinya. Terlepas dari kekeliruan Descartes itu, kita tetap ...