Ada satu frasa sederhana yang mempunyai kekuatan luar biasa bila kita ucapkan, yakni frasa TERIMA KASIH. Coba kita bayangkan kalau kita memberi atau melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain dan orang itu hanya menerima begitu saja pemberian atau tindakan kita tanpa mengucapkan terima kasih. Bandingkan kalau kita mendapat tanggapan berupa ucapan terima kasih dari orang itu. Perasaan kita tentu berbeda. Ketika orang mengucapkan terima kasih kepada kita, sekurang-kurangnya kita jadi sadar bahwa pemberian kita atau tindakan kita berarti, berguna, dan membahagiakan orang itu. Berbicara tentang ucapan terima kasih ini, kita terbawa pada ingatan akan pengalaman-pengalaman kita saat mengatakan terima kasih kepada seseorang atau sekelompok orang. Kita lebih cenderung hanya berterima kasih kepada manusia. Pertanyaannya, pernahkah kita berterima kasih kepada matahari, udara, tanah, air, batu, pasir, tumbuh-tumbuhan, bina...
Ini sebuah cerita, yang barangkali di dalamnya tersirat pesan bernilai untuk kita. Cerita yang mengisahkan tentang saya, orang lain, dan ciptaan Tuhan lainnya yang saya jumpai setelah saya memutuskan untuk bangun dari tidur pada pukul 05.00. Waktu yang masih pagi, bukan? Sebenarnya saya belum mau turun dari tempat tidur pada jam itu. Saya hampir tergoda untuk tidur lagi saat saya mendengar bunyi hujan yang menitik di atas atap rumah. Suasana yang biasanya sangat enak kalau tidur. Namun belum sempat saya tidur lagi, hujan sudah reda. Ternyata ia cuma turun sesaat. Akhirnya saya memutuskan untuk bangun dari tempat tidur. Seperti biasa saya membuat tanda salib dan mengucapkan sepotong doa singkat sebelum berlangkah keluar dari kamar. Entah penting atau tidak menurut banyak orang, tapi saya telah diajarkan untuk menjadikan iman sebagai fondasi hidup setiap hari. Iman itu harus diungkapkan, dan ungkapan iman adalah doa. Itu teorinya dan setiap hari saya terus berusaha untuk mempraktekkannya...