Langsung ke konten utama

Terima Kasih Kepada Yang Terlupakan

        

    Ada satu frasa sederhana yang mempunyai kekuatan luar biasa bila kita ucapkan, yakni frasa TERIMA KASIH. Coba kita bayangkan kalau kita memberi atau melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain dan orang itu hanya menerima begitu saja pemberian atau tindakan kita tanpa mengucapkan terima kasih. Bandingkan kalau kita mendapat tanggapan berupa ucapan terima kasih dari orang itu. Perasaan kita tentu berbeda. Ketika orang mengucapkan terima kasih kepada kita, sekurang-kurangnya kita jadi sadar bahwa pemberian kita atau tindakan kita berarti, berguna, dan membahagiakan orang itu.

  Berbicara tentang ucapan terima kasih ini, kita terbawa pada ingatan akan pengalaman-pengalaman kita saat mengatakan terima kasih kepada seseorang atau sekelompok orang. Kita lebih cenderung hanya berterima kasih kepada manusia. Pertanyaannya, pernahkah kita berterima kasih kepada matahari, udara, tanah, air, batu, pasir, tumbuh-tumbuhan, binatang dan seluruh isi alam semesta ini yang berguna untuk membuat kita hidup? Jangan sampai kita lupa atau jarang berterima kasih kepada mereka. Kita perlu sadar bahwa mereka adalah pemberi yang sungguh-sungguh esensial bagi kehidupan kita. Tanpa mereka, kita tidak mungkin bisa hidup sampai sekarang. Bagi saya, cinta yang sejati untuk kita di dunia ini datangnya dari mereka. Berterima kasihlah kepada alam semesta, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Jangan rakus mengeruk alam, membunuh binatang, dan menebang pepohonan. Lestarikan semuanya. Bersahabatlah dengan mereka. Itu akan membahagiakan kita dan ‘membahagiakan mereka’.

    Kita juga mungkin lupa berterima kasih kepada tubuh kita sendiri, mulai dari telapak kaki sampai helai-helai rambut kita. Mereka sudah berfungsi dengan baik dan bekerja sama untuk setiap rencana dan cita-cita kita. Tanpa mereka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ingatlah saat kita sakit. Kita hanya bisa terbaring lemah. Karena itu, berterimakasihlah kepada tubuh kita. Jangan terus mengeluh. Jangan merusak tubuh dengan beban batin dan kebiasaan yang salah. Sayangilah tubuh. Berilah kepada tubuh makanan yang sehat, pakaian yang bagus dan kesan yang positif. Paling utama adalah kesan yang positif karena Tuhan sudah ciptakan semua bagian tubuh kita dengan indah dan baik. Fungsinya luar biasa dan letaknya sangat tepat. Tidak ada bagian tubuh kita yang buruk bentuknya. Kita jangan terpengaruh oleh kriteria keindahan yang dipakai kebanyakan orang, karena seni itu dinilai dari kedalaman maknanya, bagaimanapun modelnya. Mari kita memperdalam makna dari tubuh kita sebagai karya seni Tuhan. Mari kita mulai menyayangi diri kita dan memberikan yang terbaik untuk tubuh kita. Berterimakasihlah, sebelum terlambat.


Komentar