Langsung ke konten utama

Tertawalah!


Persoalan pasti sering terjadi. Hari ini salah satunya beres, besok ada lagi yang baru. Itu seperti lingkaran setan yang terus berulang. Aneka macam kesulitan sering datang. Banyak kenyataan yang tidak sesuai harapan. Berbagai rencana gagal terwujud. Uang kurang, pekerjaan bertambah. Lucunya juga, ada saja orang yang membenci kita meskipun kita sudah berusaha hidup baik dan benar. Lantas, bagaimana kita menyikapi kenyataan ini? Menurut saya, kita terima saja semua ini sebagai bagian dari kehidupan. Itu memang hukum alam. Jika kita menolak, justru penderitaan makin erat mendekap. Namun saat kita biarkan itu terjadi apa adanya, beban kita menjadi lebih ringan.

Selain sikap menerima seperti itu, satu tindakan lain yang terkesan konyol tapi juga sangat berarti adalah TERTAWA. Kita tidak harus selalu bermuka muram dan berkernyit dahi dalam menghadapi setiap persoalan. Saya tertarik dengan ungkapan berikut ini. Laugh at yourself. We all do stupid things. If you laugh at your mistakes, it gives others permission to do the same. Dalam hal ini kita tidak pertama-tama menertawakan orang lain supaya tidak menimbulkan persoalan baru. Kecuali kalau kita sedang dibiarkan orang lain menertawakan dia. Misalnya saat seseorang sengaja melucu untuk membuat kita tertawa. Para komedian melakukan itu. Bahkan justru mereka membutuhkan tertawa dari kita. Diluar konteks lawak, diri kita sendirilah yang terlebih dahulu kita tertawakan. Kita tidak perlu malu menertawakan kebodohan yang pernah atau sedang kita lakukan.

Kata pelawak Indro Warkop, “tertawalah sebelum ada larangan untuk tertawa.” Negara kita tidak mempunyai undang-undang tentang larangan untuk tertawa. Tertawalah, terutama tertawa atas diri sendiri, tentang hal apapun yang kita sendiri alami. Tertawa adalah cara kita untuk melampau sesuatu yang buruk pada diri kita, misalnya bahaya depresi atau marah. Ini yang diyakini oleh filsuf John Morreall. He believes that laughter came about as a gesture of shared relief at the passing of danger. Dalam dunia kesehatan, tidak diragukan lagi betapa hebatnya khasiat tertawa. Ia mencegah munculnya penyakit sekaligus menyembuhkan penyakit yang sudah muncul. Ia menyegarkan pikiran sekaligus menguatkan badan. Maka, tertawalah! Ciptakanlah jenaka supaya dunia ini tak terasa seperti neraka.

Ajakan untuk tertawa atas kenyataan bukan berarti pelarian dari usaha mencari jalan keluar dari setiap persoalan. Kita tetap cerdas dan tidak malas untuk berupaya mendapatkan solusi dari suatu persoalan. Setelah kita tertawa, diri kita akan lebih tenang dan relax saat dihantam masalah. Kita tidak terlampau sengsara. Kita juga akan menyadari bahwa hidup ini adalah begini adanya. Hidup tak pernah lepas dari masalah. Hidup tak pernah selalu aman-aman saja. Hidup adalah irama silih berganti antara bermasalah dan lepas dari masalah. Itu kesimpulannya.






Komentar