Langsung ke konten utama

Jangan Salah Memilih


Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai pilihan. Mulai dari saat mata terbuka di pagi hari sampai hendak menutup mata di malam hari. Ketika fajar pagi sudah merekah, kita dihadapkan pada pilihan untuk segera bangun atau tidur lagi. Setelah bangun pun ada banyak hal yang tampil di depan mata dan mempengaruhi pikiran kita untuk memilih satu atau beberapa dari antaranya. Urusan memilih terkesan sepele tapi sebenarnya tidak mudah, karena di balik pilihan yang kita ambil ada konsekuensi yang harus kita terima.

Carlos G. Valles berpendapat bahwa pilihan-pilihan seseorang membentuk kepribadiannya, mendefinisikan wataknya, dan menggambarkan kehidupannya. Oleh karena itu, masing-masing kita harus bisa menentukan pilihan yang tepat di antara berbagai tawaran yang mendatangi kita. Bagaimana caranya? Kurang lebih ada 4 cara. Pertama, memperkirakan akibat-akibat dari apa yang mau kita pilih. Usahakan supaya apa yang kita pilih tidak berakibat buruk untuk diri kita, entah sekarang maupun di masa depan. Diperkirakan juga pilihan itu tidak berakibat buruk untuk orang lain dan alam sekitar. Singkatnya, pilihan yang tepat adalah pilihan yang tidak akan merusak diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar baik saat ini maupun selanjutnya.

Kedua, memilih berdasarkan keyakinan diri sendiri. Seringkali kita terpengaruh memilih pilihan yang diinginkan orang lain. Misalnya saat membeli baju. Anda sebenarnya mau membeli baju berwarna putih karena Anda menyukainya, tapi teman Anda yang berbelanja bersama Anda menilai bahwa Anda lebih kelihatan keren kalau memakai baju berwarna hitam. Andapun akhirnya tergoda untuk membeli baju berwarna hitam yang ditawarkan teman Anda. Apa akibatnya? Tentu Anda tidak akan nyaman menggunakan baju tersebut karena Anda sebetulnya tidak menyukai baju warna hitam. Dalam memilih sesuatu, biarkanlah pilihan itu datang dari kemauan kita sendiri, bukan atas desakan atau tawaran orang lain. Ini penting sekali karena apa yang kita pilih akan menjadi milik kita dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Kemudian kita juga akan bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih itu. Jangan sampai hidup kita terisi dengan derita hanya karena menanggung apa yang orang lain suka tapi kita sendiri sebenarnya tidak menyukainya.

Ketiga, komitmen pada prioritas. Dalam hidup ini kita perlu menentukan prioritas supaya kita tidak tergoda untuk memenuhi semua yang kita mau atau kita suka. Namun, kita tidak berhenti pada membuat prioritas saja. Selanjutnya kita harus berkomitmen pada prioritas yang sudah kita tentukan itu. Hal yang menjadi prioritas merupakan hal yang paling penting dan mendesak. Jika kita sudah membuat prioritas secara jelas, kita akan mampu menentukan pilihan dengan mudah. Artinya apakah sesuatu yang hendak kita pilih tergolong dalam prioritas kita atau tidak. Tentukan pilihan pada apa yang menjadi prioritas. Setelah prioritas kita terpenuhi semuanya, barulah memilih hal lain yang juga berguna.

Keempat, berdoa. Orang beriman pasti meyakini besarnya kekuatan doa yang tulus dan sungguh. Tidak ada salahnya kalau kita berdoa sebelum memilih. Memang, agak sulit jika tawaran-tawaran yang mau kita pilih datang dengan cepat dan dalam tempo sekian detik saja kita harus menentukan pilihan. Oleh karena itu, berdoalah di awal hari setelah bangun pagi. Doa tersebut menjadi doa umum untuk memohon Tuhan membantu kita dalam menentukan pilihan-pilihan yang benar sepanjang hari. Tuhan itu maha benar, bukan? Maka kalau kita memintaNya untuk membantu kita menentukan pilihan yang benar dalam hari-hari hidup kita, pasti dia akan menggerakkan hati dan tindakan kita. Percayalah!

Jelas bahwa tiap hari kita akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Keliru menentukan pilihan akan berakibat pada hidup kita setelah itu. Mungkin kita akan menjadi sedih, sakit, kecewa, marah, stress, dan mengalami berbagai keadaan buruk lainnya. Maka, janganlah salah memilih!


Komentar