Bagian-bagian tubuh mempunyai perannya masing-masing. Kaki untuk berjalan, mulut untuk berbicara, mata untuk melihat, dan lain sebagainya. Kaki tidak pernah mengambil alih atau merebut peran mulut dalam hal berbicara. Setiap bagian tubuh kita setia dengan perannya masing-masing demi kelangsungan hidup kita. Kalau kepala dipaksa untuk berjalan, pasti kita tidak akan bisa berjalan dan keseluruhan tubuh akan sakit.
Kesetiaan peran bagian-bagian tubuh kita menjadi pelajaran yang baik juga dalam kehidupan kita bersama siapapun dan apapun. Kita perhatikan bahwa setiap ciptaan sudah mempunyai perannya masing-masing. Matahari untuk memberi terang dan panas, udara untuk memberi oksigen dan kesegaran. Semuanya mempunyai peran yang khusus dan istimewa. Manusia pun demikian. Secara umum manusia berperan untuk ‘menguasai’ dunia ini. Menguasai dalam arti memelihara supaya dunia ini tetap bisa dihuni untuk kelangsungan kehidupan sampai selama-lamanya. Peran umum manusia itu dibagi ke dalam peran-peran khusus pada aneka bidang kehidupan manusia.
Dalam perkembangan sejarah, peran manusia selalu dinamis. Ketika dulu zaman manusia purba, peran manusia terbatas dalam hal berburu (oleh kaum lelaki) dan mengolah hasil buruan (oleh kaum perempuan). Mungkin juga ditambah dengan peran memimpin kelompok oleh seorang yang telah dipercaya kelompoknya. Sementara itu di dunia modern sekarang, peran manusia makin bertambah seiring bertambahnya kebutuhan manusia. Ada yang berperan di bidang politik, ekonomi, budaya, agama, dan macam-macam lainnya. Peran-peran itu sejak awal dimaksudkan demi terwujudnya suatu kehidupan yang teratur. Keteraturan itu tampak pada kedamaian, kemakmuran, dan kasih satu sama lain.
Tak bisa kita sangkal bahwa kekacauan (chaos) kerap terjadi dalam kehidupan kita, entah kehidupan bersama orang lain, bersama makhluk lain, maupun kehidupan dalam diri kita masing-masing. Kekacauan itu mempunyai macam-macam penyebabnya. Salah satunya karena ketidaksetiaan dalam menjalankan peran masing-masing. Peran orang lain atau makhluk lain kita ambil. Ada manusia yang ingin mempunyai sayap untuk bisa terbang seperti burung. Maka diciptakanlah sayap buatan. Dia lupa tanggung jawabnya yang alami yaitu memelihara segala sesuatu dari atas tanah, bukan dari udara. Peran burung-burung yang menguasai udara diambil alih. Hal ini sama dengan tidak menghargai peran burung-burung dan menimbulkan kekacauan semesta, karena kekacuan satu populasi berdampak pada populasi lain.
Bukan hanya relasi manusia dengan binatang, dalam relasi manusai dan manusia juga kerap dijumpai ketidaksetiaan peran itu. Misalnya ada yang berperan sebagai pejabat pemerintahan. Alih-alih untuk berfokus pada usaha menyejahterakan masyarakat yang dipimpinnya, malah ia sibuk membangun bisnis dimana-mana. Akibatnya, masyarakat melarat dan uang rakyat dipakai demi kepentingan pribadi. Keadaan buruk yang lebih jauh adalah terjadinya kekacauan dalam masyarakat dan menimbulkan pertikaian hingga konflik berdarah.
Setia dengan peran yang dipilih merupakan salah satu cara untuk menghindari chaos dalam hidup bersama. Kesetian menjalankan peran dapat terjaga kalau orang memilih perannya sesuai dengan kebebasan dan kesadaran akan kemampuannya, bukan asal memilih dan karena paksaan orang di luar dirinya. Memilih peran tanpa didasari kemampuan dalam peran itu hanya akan mendatangkan penderitaan entah untuk diri sendiri entah untuk sesama di sekitarnya. Pilihan peran tanpa dilandasi kebebasan juga hanya akan menghasilkan kinerja yang setengah-setengah. Kualitas hasil kerja pasti rendah. Pilihan peran yang dilandasi kebebasan dan kemampuan tidak akan tergoda untuk menerobos ke peran orang lain atau makhluk lain. Ketika seseorang sudah melintas ke peran orang lain atau makhluk lain dan mengabaikan perannya yang sebenarnya, kekacauan sudah menanti.
Belajar dari bagian-bagian tubuh yang setia pada posisi dan perannya, manusia dalam kehidupan di dunia ini juga mesti setia pada posisi dan perannya untuk membentuk kehidupan yang harmonis dan damai. Ketamakan untuk mengambil alih bagian yang bukan wilayahnya sangat berbahaya dalam kehidupan bersama.
Komentar
Posting Komentar