Dalam relasi dengan orang lain,
kerapkali terjadi konflik karena suatu hal. Dalam keluarga misalnya suami
berkonflik dengan istrinya karena istrinya ketahuan berselingkuh dengan pria
lain. Dalam masyarakat juga misalnya seseorang berkonflik dengan orang lain
karena ayamnya dicuri orang lain tersebut. Bahkan ada konflik yang lebih luas
antara satu negara dengan negara lain. Macam-macam sebab yang mengakibatkan
terjadinya konflik dalam hubungan bersama.
Biasanya orang tidak mudah bertahan
dalam situasi konflik. Orang merindukan perdamaian. Orang mau berdamai lagi
dengan orang yang telah berkonflik dengannya. Akan tetapi, kerinduan untuk
berdamai tidak cukup mudah diwujudkan dengan perbuatan. Untuk berbicara
mengucapkan permintaan maaf terasa sangat sulit. Timbul gengsi karena
menganggap diri benar. Ada rasa malu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Ada
rasa khawatir apakah keinginannya untuk berdamai diterima oleh orang yang
berkonflik dengannya itu.
Satu cara mudah dan sederhana yang
bisa dibuat oleh siapapun untuk berdamai yaitu dengan memberikan senyum. Tentu
bukan senyum sinis tapi senyum tulus yang tercipta dari keinginan untuk
berdamai. Senyum yang demikian niscaya akan melahirkan perdamaian dengan orang
yang berkonflik. Senyum itu mengalirkan damai bagi orang yang melihatnya.
Senyum seperti itu berdaya mengubah hati yang marah menjadi hati yang mau
bersatu kembali.
Senyum itu cara berdamai tanpa kata. Senyum itu cara berdamai tanpa harta. Senyum itu cara berdamai yang langsung sampai ke hati. Senyum itu tidak susah dicari di luar diri. Senyum itu bawaan yang alami. Senyum itu dorongan dari dalam tanpa paksaan. Senyum itu tidak butuh banyak waktu untuk melakukannya. Senyum itu ekspresi sesaat yang berdaya lama. Karena itu, tersenyumlah untuk damaimu dan damainya.
Komentar
Posting Komentar