Akibat pandemi yang masih melanda kita saat ini, banyak orang mengeluh tentang kesulitan mencari kerja. Bahkan sebelum munculnya pandemi ini pun keluhan itu sudah sering saya dengar. Anehnya, mereka yang mengeluh itu tidak sedikit yang sudah menamatkan S1. Mereka berulang kali memasukkan lamaran ke berbagai instansi tetapi 'pintu selalu tertutup bagi mereka'. Kalaupun mereka berhasil diterima, peran mereka hanya sebagai tenaga honor yang gajinya sangat memprihatinkan.
Barangkali sebenarnya ketiadaan lapangan kerja tidak terjadi kalau saja para sarjana mau memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk usaha mandiri. Lapangan kerja tidak harus berupa instansi yang memungkinkan seorang sarjana bekerja di dalamnya. Kita tahu, lapangan kerja berupa lembaga sangat terbatas. Seorang lulusan sarjana perlu menciptkan lapangan kerjanya sendiri. Sesungguhnya, itulah sasaran pendidikan tinggi yang paling utama yakni bila seorang lulusan sarjana akhirnya bisa memanfaatkan pengetahuannya untuk menghasilkan sesuatu tanpa mesti menghamba pada orang lain. Sudah banyak bekal pengetahuan dan keterampilan yang pernah ia dapatkan saat sekolah. Saatnya memanfaatkan semua itu untuk menghasilkan sesuatu.
Salah satu potensi seorang lulusan sarjana adalah menulis. Seorang sarjana mustahil tidak tahu menulis. Sewaktu di bangku kuliah, ia selalu mendapat tugas menulis dari para dosen dalam bentuk yang macam-macam entah tulisan ilmiah maupun fiksi. Bahkan ia bisa menulis sampai puluhan hingga ratusan halaman dalam bentuk skripsi. Itu bukti paling kuat bahwa seorang sarjana bisa menulis. Ia sudah mempunyai pengalaman awal untuk menulis. Kalau pengalaman awal itu terus dilanjutkan, pasti ia bisa hidup dengan menulis.
Yang terpenting orang itu masih punya tangan, masih bisa melihat, masih sehat, dan otaknya masih berfungsi. Selanjutnya dia mesti ada KEMAUAN dan ketekunan untuk terus menulis. Remember that, where there is a will, there is a way. Kemauan membuat jalan makin terbuka. Di samping itu juga ia perlu banyak membaca untuk memperkaya wawasan dan mempermudah terciptanya ide tulisan. Dengan itu seorang sarjana pasti akan menghasilkan tulisan yang berkualitas, berguna bagi banyak orang, dan menghasilkan uang bagi kebutuhan hidupnya. Saya sendiri belum sampai pada tahap menulis untuk cari uang. Mungkin Anda sudah sampai di tahap itu, proficiat! Berarti Anda sudah punya lapangan kerja dengan menulis.
Komentar
Posting Komentar