Langsung ke konten utama

Masa Lalu Sudah Mati, Masa Depan Belum Pasti, Saat Inilah Yang Berarti

    

    Kalau orang bertanya kepada masing-masing kita, ‘apakah Anda hidup?’ Tentu kita menjawab ya.  Kita dengan yakin menjawab begitu karena kita sedang hidup. Kita sungguh-sungguh merasakan nafas hidup yang keluar-masuk melalui hidung kita saat ini. Pertanyaan yang sama belum tentu dijawab ya kalau kalau kita dulu hidup tapi sekarang sudah mati. Jelaslah bahwa kita tidak bisa menjawab ya atas pertanyaan itu. Dengan kata lain, pertanyaan itu tidak akan terjawab, karena kita sudah mati. Pertanyaan yang sama juga tidak bisa kita jawab ya dengan yakin jika mengenai hari depan, karena masa depan hanya merupakan kemungkinan.

    Pertanyaan dan jawaban tentang hidup di atas memberikan suatu informasi penting bahwa hidup kita yang sesungguhnya adalah saat ini. Kita dikatakan hidup kalau saat ini kita hidup. Masa lalu hanya pengalaman yang tersimpan dalam ingatan kita hingga sekarang. Ia tidak ada lagi secara nyata saat ini. Kita tidak lagi mampu melakukan apa-apa dengan masa lalu. Ia sudah mati bersama waktu yang sudah lalu. Kita saat ini tidak bisa dibilang hidup kalau saat ini kita sudah mati meskipun waktu lalu kita hidup. Masa depan juga bukan kehidupan untuk kita karena kita tidak bisa memastikan bahwa kita masih hidup di masa depan. Kita hanya ‘merasa’ seolah-olah hidup di masa depan berdasarkan bayangan kita yang hidup saat ini. Jadi, kehidupan yang tidak menipu, kehidupan yang asli, yang sesungguhnya, yang sungguh-sungguh kita rasakan adalah kehidupan sekarang. Kita bisa mengisi kehidupan kita dengan apapun hanya di saat ini, bukan dalam ingatan akan masa lalu atau dalam bayangan akan masa depan. Masa lalu sudah mati, masa depan tidak pasti.

    Kerapkali ‘saat ini’ seseorang menjadi tak dialami secara penuh karena pikirannya tergoda untuk mendatangkan apa yang terjadi di masa lalu, entah kejadian membahagiakan entah kejadian mengecewakan. ‘Saat ini’ seseorang juga sering tidak sungguh-sungguh dialaminya karena pikirannya diisi dengan bayangan akan masa depan entah yang baik maupun yang buruk. Kecenderungan untuk terbawa dalam ingatan akan masa lalu maupun bayangan akan masa depan sangat merusak keadaan alami saat ini. Kita seakan-akan berdiri melayang tanpa merasakan tanah di bawah kaki kita. Kita diasingkan oleh pikiran kita sendiri dari kesempatan yang harus kita isi dengan karya nyata di saat ini. Indera dan rasa kita tidak sungguh-sungguh mengalami kenyataan saat ini. Kita tidak bisa melakukan dengan maksimal segala karya kita saat ini karena pikiran kita masih mengembara ke masa lalu dan masa depan. Misalnya kaki kita berjalan, tetapi pikiran kita tidak ada bersama kaki yang sedang berjalan. Akibatnya kita terantuk atau salah arah.

    Hidup saat ini dengan sepenuhnya sangat bermanfaat untuk diri kita. Pertama, batin sehat. Batin yang sehat tentu membuat tubuh juga sehat. Berbagi penyakit seperti hipertensi, gangguan jantung, dan lain-lain yang kerapkali disebabkan oleh takanan batin tidak akan terjadi. Batin yang sehat adalah tanda hidup bahagia. Jika pikiran terus membawa ingatan masa lalu yang buruk, batin akan sengsara dan fisik pun memburuk. Jika pikiran terus membawa ingatan masa lalu yang menggembirakan, batin sesaat terhibur tetapi ia akan membuat seseorang dikelabui dari perhatiannya akan saat ini. Hal itu membuatnya rentan menuju arah yang salah. Demikan juga dengan masa depan.

    Kedua, membuat kita terfokus untuk mengalami saat ini dalam apapun yang terjadi.  Jika kita terus membawa pengalaman buruk di masa lalu ke saat ini, pasti situasi yang baik saat ini tidak terasa sepenuhnya. Keadaan baik itu dihalangi oleh ingatan akan pengalaman buruk. Maka percuma pada saat ini ada kegembiraan. Toh ingatan masa lalu mengurangi bahkan melenyapkan kegembiraan itu. Begitupun dengan ingatan akan kegembiaraan di masa lalu dapat membuat seseorang tidak fokus dalam situasi yang sedang terjadi saat ini. Kalau ada situasi buruk yang terjadi saat ini, ia sulit mendapatkan alasan dan jalan keluar atas persoalan tersebut. Hal itu justru akan menciptkan keadaan buruk lagi sesudahnya.

    Ketiga, hidup saat ini akan membuat kita tidak lagi menghakimi diri akibat kegagalan di masa lalu. Banyak orang yang melihat dirinya buruk bukan karena keburukan yang dibuatnya saat ini tapi karena keburukan yang dibuatnya dulu, padahal keburukan dulu itu sudah mati di saat ini. Sekarang ia melakukan hal baik. Itu yang nyata dan itulah hidup yang sesungguhnya, bukan yang dulu. Penghakiman diri yang sekarang akibat perbuatan masa lalu adalah kebodohan dan kesia-siaan yang tidak akan membuat seseorang menjadi lebih baik. Itu tidak akan membuat seseorang bersungguh-sungguh menciptakan kebaikan saat ini karena ia masih menganggap dirinya seperti yang dulu. Kekuatannya untuk hidup baik akan melemah dan bahkan ia tidak mau berusaha menjadi baik karena ia berpikir keburukannya di masa lalu masih menjadi bagian dirinya di saat ini. Masa lalu yang buruk tidak lagi ada. Kebaikan hari ini telah menggantinya. 

    Keempat, kita tidak diliputi ketakutan, kecemasan dan keengganan yang berlebihan akibat membawa kenyataan masa lalu di saat ini. Seringkali pengalaman yang tidak baik di masa lalu menciptakan kecemasan dan keengganan untuk melakukan sesuatu yang sama di hari ini. Akhirnya kita malah tidak berfokus untuk melakukan sebaik-baiknya hal itu saat ini. Lakukan sesuatu di saat ini dengan sebaik-baiknya tanpa membiarkan masa lalu mengganggu kita.

    Kelima, hidup di saat ini akan membuat kita menghadapi orang lain apa adanya. Kita tidak terjebak dalam penilaian yang dihasilkan oleh masa lalu. Hidup setiap orang selalu berubah. Keburukan orang di masa lalu tidak mutlak dibuatnya lagi saat ini. Kebaikan orang di masa lalu juga tidak mutlak akan bisa dilakukannya saat ini. Dengan mengalami saat ini apa adanya, kita akan mampu hidup bersama orang lain dengan baik. Diri kita tetap berupaya melakukan yang terbaik untuk orang lain karena pada dasarnya kita baik. Jika kita masih membawa pengalaman buruk orang lain terhadap kita di saat ini, kita pasti terhalang untuk melakukan kebaikan kepada orang itu dan kita tidak akan mendapatkan kebaikan yang mungkin diberikan oleh orang itu di saat ini.

    Hiduplah di saat ini dengan sungguh-sungguh tanpa terpengaruh dengan ingatan akan masa lalu dan bayangan tak pasti akan masa depan. Hidup sungguh-sungguh di saat ini sangat memerdekakan. Tidak hanya itu, kita akan mengalami betapa luar biasanya hidup ini kalau kita mampu menempatkan seluruh diri kita di saat ini. Bukankah itu yang kita mau?


Komentar