Langsung ke konten utama

Indah Itu Memikat


Saya dan kamu bohong kalau mengatakan tidak suka hal-hal yang indah. Secara alamiah, mata kita sangat peka dengan keindahan. Di mana ada destinasi wisata yang indah, pasti kita ingin sekali segera ke sana untuk melihatnya. Kalau ada gadis cantik lewat di depan seorang laki-laki, otomatis ia akan melihatnya. Rugi kalau membiarkan dia berlalu begitu saja. Desi Ramadani dalam bukunya Adam Harus Bicara membenarkan naluri seorang laki-laki yang seperti itu. Mungkin perempuan pun sama kalau melihat pria tampan. Tidak ketinggalan juga dalam dunia pasar, produk-produk yang dibungkus dengan kemasan yang indah pasti sangat menggoda konsumen untuk membelinya. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang harus membuat kita terkejut. Platon, seorang pemikir besar Yunani klasik sudah menegaskan pada ribuan tahun silam bahwa KEINDAHAN selalu tertulis dengan huruf-huruf besar. Apa maksud ucapan Platon ini?

Keindahan bagaikan magnet yang mempunyai daya pikat. Apapun dan siapapun yang indah pasti ingin kita lihat. Itulah daya magis keindahan. Ada tiga serangkai nilai yang paling esensial dalam kehidupan manusia yaitu kebenaran (verum), kebaikan (bonum), dan keindahan (pulchrum). Kebenaran adalah kesesuaian antara pikiran dan kenyataan. Kebaikan adalah nilai etis yang bermanfaat bagi banyak orang. Sedangkan keindahan adalah unsur yang dalam dirinya mengandung seni. Berdasarkan pernyataan Platon, nilai yang paling gampang memikat kita adalah keindahan. Antene diri kita lebih mudah terhubung dengan sinyal keindahan daripada kebaikan dan kebenaran. Lantas, apakah kenyataan itu merupakan ancaman yang bakal menggusur eksistensi kebenaran dan kebaikan? Pada satu sisi itu bisa menjadi ancaman atau petaka jika kita membiarkan ketiga nilai tersebut berdiri sendiri-sendiri, terpisah satu sama lain. Kebenaran dan kebaikan bisa kalah laku dari keindahan. Namun, pada sisi lain itu menjadi berkat kalau kita memadukan ketiganya sebagai satu kesatuan. Bagaimana caranya? Bungkuslah kebaikan dan kebenaran dengan keindahan. 

Banyak kali pengajaran tentang kebaikan dan kebenaran tidak diminati karena cara pengajarannya tidak indah, membosankan, dan kering. Seringkali juga upaya untuk menegakkan kebenaran dan kebaikan tidak mendapat dukungan dari banyak pihak karena caranya tidak indah, hanya menimbulkan emosi. Bahkan kerapkali, kebaikan dan keindahan dibenci karena pejuang kebenaran dan kebaikan justru berlaku kasar dan mendiskriminasi pihak tertentu. Itu sama sekali tidak indah. Akibatnya, kebaikan dan keindahan tidak mendapat tempat pada kehidupan kita.

Jangan sampai juga keindahan itu tanpa isi, yakni keindahan yang hanya menyenangkan indra dan memuaskan rasa tapi tidak bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan. Bagaikan kertas kado tanpa sesuatu di dalamnya. Jika kamu cantik atau tampan, berbahagialah. Syukuri keadaanmu. Lebih dari itu, jadikanlah kecantikan atau ketampananmu sebagai daya tarik untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran yang kamu yakini. Isilah kepalamu dengan ilmu yang baik. Tumbuhkan dalam hatimu kehendak yang benar. Arahkan ucapan dan tindakanmu pada kedamaian dan kasih terhadap semua makhluk. Keluarkan semua itu dengan cara yang indah. Jika saya dan Anda tidak tergolong sebagai orang yang cantik atau tampan menurut anggapan orang-orang, paling kurang kita mempunyai bahasa dan sikap yang indah. Niscaya, orang-orang dan alam semesta ini akan terpikat pada kita. 


 


Komentar