Ketika menginjak usia pubertas,
seseorang biasanya mulai mengalami perasaan jatuh cinta terhadap lawan jenis (bahkan
juga ada yang jatuh cinta dengan sesama jenis). Pengalaman itu menimbulkan
berbagai perubahan mendadak pada dirinya. Ada kalanya yang muncul berupa
perubahan-perubahan positif, tetapi tidak jarang juga timbul
perubahan-perubahan negatif. Jatuh cinta yang diikuti perubahan diri yang negatif
merupakan tanda bahwa pengalaman jatuh cinta itu sudah membuat orang terjatuh
karena cinta. Kita harus berhati-hati dengan ini.
Terjatuh karena cinta tampak pada aneka pemahaman dan contoh. Pertama, seseorang yang terjatuh karena cinta adalah seseorang yang mengalami keterlupaan diri. Ia lupa siapa dirinya dan apa tanggung jawabnya. Misalnya seorang pelajar atau mahasiswa yang seharusnya mengisi waktu belajarnya dengan belajar, justru ia menggunakannya untuk ber-WA-an dengan kekasihnya. Akibatnya, berbagai tugas tidak ia selesaikan. Studinya jadi berantakan. Kedua, seseorang yang terjatuh karena cinta juga berarti dia yang diperbudak oleh nafsunya sendiri. Contohnya yaitu seseorang yang mau melakukan tindakan layaknya suami-istri padahal keduanya belum menikah. Perbuatan itu akhirnya melahirkan penyesalan dan derita. Yang ada bukannya kegembiraan, tapi konflik dan beban batin. Ketiga, seorang yang terjatuh karena cinta adalah seorang yang menjadi egois. Ini terlihat jelas kalau seseorang karena saking ‘cintanya’, ia tidak mau kekasihnya berkomunikasi atau berelasi dengan orang lain. Ia menjadi gampang marah dan mudah sekali cemburu. Tanpa sadar, ia telah memenjarakan kekasihnya dalam keegoisannya sendiri. Ia tidak menghargai kodrat sosial kekasihnya.
Perubahan-perubahan negatif
seperti itu sudah barang tentu bukan maksud luhur dari jatuh cinta. Pengalaman
jatuh cinta seharusnya mampu membakar semangat hidup, mendorong untuk saling membangun,
saling melengkapi, saling membantu dalam sebuah persoalan, dan saling belajar
untuk makin dewasa. Apabila sebaliknya terjadi gejala perubahan negatif dalam
diri ketika kita jatuh cinta, berarti kita sedang mengarah pada keterjatuhan
oleh cinta. Mudah-mudahan kita menyadari itu dan sanggup mengendalikannya lalu
kembali menempuh arah yang benar menuju tujuan baik dari jatuh cinta. Meski
begitu, biarkanlah dirimu jatuh cinta kalau ia hadir. Ingat, jangan menyangkal
rasa!
Komentar
Posting Komentar