Langsung ke konten utama

Beda Peran, Sama Tujuan


 

Struktur tubuh manusia terdiri atas bermacam-macam organ, baik organ luar maupun organ dalam yang mempunyai fungsinya masing-masing. Misalnya otak untuk berpikir, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, tangan untuk memegang, dll. Perbedaan fungsi organ-organ tersebut bersatu untuk tujuan yang sama yakni kehidupan manusia. Masing-masing fungsi setiap organ tubuh manusia terarah pada tujuan yang sama demi membuat manusia mampu hidup, sebagaimana diuangkapkan oleh Lisa Lee, seorang ahli biologi di Amerika Serikat. Misalnya jantung berperan memompa darah supaya seluruh tubuh manusia mendapat suplai darah yang seimbang dan stabil sehingga tubuh manusia tetap hidup. Kaki manusia berperan untuk berdiri atau berjalan supaya manusia bisa melakukan berbagai pekerjaan yang berguna untuk kehidupan manusia itu sendiri. Pikiran berperan menyimpan informasi dan mengolahnya lalu kemudian dipakai oleh manusia untuk menjalankan kehidupannya.

Sistem peran dari organ tubuh dapat dibawa juga dalam kehidupan bersama entah dalam keluarga, kelompok kerja, komunitas, maupun hidup bermasyarakat. Beberapa hal yang menjadi catatan dari pola ini. Pertama, keberagaman dan perbedaan itu merupakan fakta kehidupan.  Kita tidak akan menemukan manusia yang sungguh-sungguh sama. Orang yang terlahir kembarpun masih mempunyai banyak perbedaan. Bukan hanya beda fisik, tapi juga perbedaan karakter, pekerjaan dan lain sebagainya. Natural dari manusia adalah berbeda dari lainnya. Apalagi kalau sudah memeluk identitas tertentu seperti suku, agama, dll. Maka, perbedaan dan keberagaman dalam kebersamaan hidup harus diterima sebagai kenyataan, bukan disangkal. Usaha untuk menseragamkan setiap orang adalah usaha bodoh yang menyalahi kodrat kemanusiaan itu sendiri.

Kedua, membangun kehidupan dilakukan tidak hanya dengan satu cara. Salah jika ada orang yang mengklaim bahwa dalam kehidupan bersama yang penting hanya dokter atau hanya pemuka agama. Mungkin juga ada yang menganggap bahwa yang penting adalah bidang ekonomi saja, sedangkan bidang spiritual tidak penting. Mungkin juga ada yang merasa bahwa hanya manusia yang penting di dunia ini sedangkan alam tidak penting. Banyak cara untuk membangun kehidupan di semesta ini. Setiap orang berupaya dengan caranya masing-masing. Setiap makhluk menunjukkan perannya masing-masing. Semuanya berupaya secara unik dan berbeda tapi demi satu tujuan yakni mengabdi pada kehidupan. Asalkan, setiap orang juga senantiasa menguji tindakan atau usahanya apakah betul-betul mendukung terselenggaranya kehidupan atau justru menentang kehidupan.

Ketiga, semua peran dalam masyarakat yang mendukung kehidupan merupakan peran yang penting. Di dalam masyarakat tampak bermacam-macam peran, contohnya peran ojek, petani, nelayan, guru dan macam-macam lainnya. Adalah keliru jika ada orang yang merendahkan dan bahkan tidak menganggap penting peran-peran tertentu. Sekecil apapun peran itu, jika itu membantu terciptanya kehidupan, pasti merupakan peran yang penting. Oleh karena itu semua orang harus menghargai, menerima, dan mendukung setiap peran dalam masyarakat. Kecuali jika peran itu sungguh tidak memihak pada kehidupan yang baik. Tidak ada alasan untuk terlampau membanggakan diri bila menduduki peran yang menurut pandangan selama ini menjadi peran yang hebat seperti jadi pemimpin di bidang pemerintahan atau peran strategis lainnya jika kesadaran itu terpelihara dalam diri setia orang.

Sistem tubuh menjadi pelajaran yang menarik untuk membangun kehidupan bersama karena ada kesejajaran antara sistem tubuh dan sistem kehidupan bersama. Organ-organ tubuh yang berbeda tidak pernah menjadi sumber konflik dalam tubuh manusia. Justru tubuh menjadi tubuh karena beragam peran dari organnya. Kiranya demikian pula dalam kehidupan sosial yang mana keberagaman dan keberbedaan adalah kenyataan yang seharusnya bukan alasan konflik, tapi sebagai cara membuat hidup bersama menjadi sungguh-sungguh hidup.


Komentar